Contoh Kalimat Sumbang

Kalimat Sumbang

Kalimat Sumbang – Kalimat ini sering disebut dengan kalimat tidak padu sehingga dapat berakibat dari kesalahan penulisnya didalam menuangkan ide, ataupun suatu unsur kesengajaan yang ditunjukkan sebagai umpan balik yang dapat berupa humor atau informasi si pembacanya.

A. Pengertian Kalimat Sumbang

Kalimat sumbang adalah kalimat yang tidak memiliki kaitan dengan kalimat lainnya. Dengan kata lain, kalimat sumbang adalah kalimat yang tidak berkorelasi dengan kalimat lainnya. Kalimat sumbang disebut juga dengan kalimat tidak padu.

B. Ciri-Ciri Kalimat Sumbang

Berikut ini adalah ciri-ciri kalimat sumbang, sebagai berikut:

  1. Ide yang terdapat dalam proposal bahkan dapat berlawanan dengan gagasan utama penulis.
  2. Kalimat ini seringkali tidak berhubungan dengan usulan sebuah ide.
  3. Penawaran ini tidak berhubungan dengan penawaran sebelum atau sesudah.

C. Cara Menemukan/Menentukan Kalimat Sumbang

Dalam menemukan kalimat sumbang di dalam sebuah paragraf tidaklah terlalu sulit, berikut ini ialah cara menemukan/menentukan kalimat sumbang yaitu:

  • Baca keseluruhan semua paragraf hingga akhir, lalu tentukan gagasan utama beserta kalimat utama.
  • Bacalah secara teliti, satu demi satu kalimat dalam paragraf dan perhatikanlah apakah kalimat itu berhubungan dan saling mendukung terhadap kalimat utamanya. Lihat juga kesinambungannya terhadap kalimat-kalimat penjelas pada paragraph itu. Tetapi jika ketidaksinambungan itu ada, maka kalimat tersebut merupakan kalimat sumbang.
  • Baca ulang kalimat yang dikira sumbang terhadap kalimat lainnya lalu hubungkan dengan konteksnya sehingga tidak terjadi keliruan untuk menentukan kalimat sumbang yang sengaja dibikin dengan tujuan umpan balik yang benar-benar sumbang disebabkan karena kesalahan si penulis.

Baca Juga: Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

D. Contoh Kalimat Sumbang dalam Paragraf

Contoh 1

(1) Meilani adalah murid yang berprestasi di sekolah. (2) Di SMA tempatnya bersekolah, ia berhasil menjadi siswa yang memperoleh hasil UN tertinggi. (3) Tidak hanya itu, nilainya juga menjadi yang terbaik se-kabupaten. (4) Nilai dua mata pelajaran berhasil ia peroleh secara sempurna. (5) Meilani sangat hobi memasak kuliner tradisional. (6) Sekarang ia sedang menunggu pengumuman dari salah satu universitas ternama di Jogja apakah ia berhasil diterima untuk menjadi mahasiswa kedokteran.

Pokok pembicaraan pada paragraf di atas adalah tentang Meilani yang merupakan murid berprestasi. Oleh karena itu kalimat pendukung tentunya bercerita tentang prestasi Meilani di sekolah. Dari semua kalimat di paragraf tersebut, kalimat (5) tidak sesuai dengan pokok pembicaraan. Ini karena kalimat (5) berbicara tentang hobi memasak Meilani.

Contoh 2

(1) Suasana alam di desaku sangatlah sejuk dan damai. (2) Desaku jauh dari suara bising kendaraan kota. (3) Udaranya pun sangat sejuk karena tidak ada gangguan polusi. (4) Pepohonan pun masih rindang sehingga semakin menambah keasrian desa. (5) Pemandangan hamparan sawah selalu menghiasi desaku. (6) Sungai di desaku masih berair jernih dan sangat nyaman untuk bermain-main. (7) Orang-orang desa sangat senang dengan hasil panen yang melimpah.

Jika membaca paragraf di atas, paragraf tersebut membahas tentang suasana desa yang sejuk dan damai. Maka tentunya kalimat-kalimat selanjutnya akan membahas tentang suasana desa. Kalimat (1) hingga kalimat (6) secara konsisten membahas tentang suasana desa, mulai dari udara, pemandangan, hingga kondisi sungai di desa. Hal yang lain ditulis pada kalimat (7). Kalimat (7) dapat dikatakan sebagai kalimat sumbang karena tidak sesuai dengan pokok pembicaraan dalam paragraf.

Contoh 3

(1) Kesehatan dan daya tahan tubuh dipengaruhi oleh pola olahraga. (2) Olahraga yang teratur dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh. (3) Hal ini sangat mungkin terjadi karena olahraga adalah aktivitas yang dapat melancarkan proses metabolisme dalam tubuh. (4) Ketika proses metabolisme dalam tubuh berjalan dengan lancar maka semua zat dari makanan yang dikonsumsi dapat diserap dengan baik. (5) Zat makanan yang diserap oleh tubuh ini kemudian akan menjadi nutrisi bagi organ tubuh. (6) Jika setiap organ dalam tubuh dapat melakukan fungsinya dengan baik maka secara otomatis tubuh kita akan terhindar dari gangguan penyakit. (7) Oleh karena itu, olahraga sangat membuat tubuh lelah dan berkeringat.

Pokok pembicaraan pada paragraf contoh ke tiga adalah tentang “olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh”. Jika diperhatikan secara seksama, kalimat yang tidak sesuai dengan pokok pembicaraan adalah kalimat (7). Kalimat ini merupakan kalimat sumbang pada contoh paragraf ke tiga ini.

Contoh 4

(1) Indonesia adalah negara dengan keberagaman dalam setiap lini kehidupan. (2) Mulai dari agama, ras, suku, kepercayaan, bahasa, budaya, ataupun adat istiadat. (3) Selama bertahun-tahun keberagaman itu tidak pernah terusik. (4) Semua hidup berdampingan rukun satu sama lain. (5) Dan sekarang karena membela dan menuntut satu individu kemudian mempertaruhkan seluruh kedamaian yang ada. (6) Semua pihak tentu berharap permasalahan ini dapat selesai tanpa ada tumpah darah. (7) Semua pihak ada baiknya dapat menahan emosi. (8) Budaya Indonesia membuat bangsa lain berdecak kagum. (9) Semua departemen seharusnya bisa meredam emosi rakyat. (10) Semua pemimpin agama seharusnya bisa membawa umatnya kembali ke koridor semula. (11) Sekarang, semua harus mengutamakan bertoleransi yang bertanggungjawab demi Indonesia.

Pokok pembicaraan pada paragraf contoh ke empat adalah tentang “Indonesia adalah negara dengan keberagaman dalam setiap lini kehidupan”. Jika diperhatikan secara seksama, kalimat yang tidak sesuai dengan pokok pembicaraan adalah kalimat (8). Kalimat ini merupakan kalimat sumbang pada contoh paragraf ke empat ini.

Contoh 5

(1) Tempat tinggal sementara selama aku kuliah di kota ini hanyalah di kamar berukuran 3 x 4 m ini. (2) Ruangan ini mempunyai satu pintu, satu jendela, dan dua lubang ventilasi. (3) Di dalam kamar ini ada satu almari kecil di sudut ruangan, kasur berukuran single, satu dispenser, satu magicom kecil, dan meja belajar kecil. (4) Tidak ada dipan di kamarku, karena kasur aku letakkan begitu saja di lantai. (5) Kamarku dulunya disewa oleh seorang wanita. (6) Barang-barangku juga tidak terlalu banyak. (7) Ini karena aku ingin kamarku terlihat simple dan tidak rumit. (8) Untuk mendukung hal itu, aku mengecat kamarku dengan warna putih.

Pokok pembicaraan pada paragraf di atas adalah mengenai kondisi kamar. Jenis paragraf ini condong pada jenis paragraf deskriptif. Jika dibaca dengan seksama, maka ditemukan satu kalimat yang tidak sesuai dengan kalimat yang lainnya yaitu kalimat (5). Jadi, kalimat sumbang pada contoh paragraf ke lima ini adalah kalimat (5).

Contoh 6

(1) Penyaluran kredit kepada petani di Kabupaten Karanganyar hingga kini mencapai 543 miliar. (2) Angka ini sekaligus menjadikan Karanganyar sebagai penyalur kredit tertinggi. (3) Adanya kasus kredit fiktif beberapa tahun lalu tidak berpengaruh terhadap prestasi ini. (4) Keberhasilan ini karena adanya kinerja dalam penyaluran kredit yang meningkat. (5) Selain itu didukung oleh suasana yang harmonis dalam kinerja.

Kalimat sumbang dalam paragraf tersebut terdapat pada nomor (5). Kalimat nomor 5 tidak berhubungan dengan kalimat lainnya karena terlalu umum. Tampak terlalu umum dengan pertanyaan “suasana yang harmonis dalam kinerja apa?”.

E. Contoh Kalimat Sumbang Singkat

  1. Hari ini, semua anak sekolah akan mengikuti ujian kenaikan kelas. Adi telah belajar dengan baik sejak semalam untuk mengikuti ujian hari ini. Ia juga telah mempersiapkan semua perlengkapan ujian. Dalam kesehariannya Adi sangat suka bermain bola. 
  2. Dita merupakan anak satu-satunya keluarga Suroso. Ia sangat disayang dan dimanja oleh keluarganya sehingga menjadi keras kepala. Dita terlambat pergi sekolah hari ini. Hal ini menyebabkan ia menjadi egois dan selalu memaksa jika menginginkan sesuatu.
  3. Mobil Ayah rusak pagi ini, sehingga Ayah harus pergi ke kantor dengan bus. Ibu mengantar adik ke sekolah. Karena tergesa-gesa, dompet Ayah ketinggalan.
  4. Nia sangat suka memasak. Walaupun ia masih kecil, tapi ia sangat mahir dalam membuat kue.  Titin tidak mau mengerjakan PR -nya. Ia memang sudah diajarkan memasak oleh ibu sejak kecil.
  5. Matahari sudah terbit sejak tadi, tapi Roni belum bangun juga. Masakan Ibu sepertinya kurang garam. Padahal pagi ini dia harus mengikuti ujian olahraga.
  6. Baju yang diberikan oleh Ayah sangat cantik. Aku sangat menyukainya. Ayah pergi ke kantor dengan motor. Aku selalu memakainya setiap aku ingin pergi jalan-jalan dengan Ayah.
  7. Liburan telah tiba. Tika akan pergi mengunjungi nenek.  Pesawat ditunda hingga jam 8 nanti.  Ia sangat senang liburan di rumah nenek karena ada banyak hal baru yang bisa ia lakukan disana.

Sekian Pembahasan mengenai kalimat sumbang, semoga dapat menambah wawasanmu lebih banyak lagi. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya, Terimakasih !

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.