Interaksi makhluk hidup dengan llingkungan

Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan

Dalam kehidupan, interaksi makhluk hidup dengan lingkungan tidak dapat dipisahkan lagi. Dan sudah menjadi hukum alam, makhluk hidup memiliki ketergantungan terhadap makhluk hidup lain dan lingkungan beserta seluruh sumber daya alam yang ada.

Biasanya bentuk interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya disebut dengan ekosistem. Ekosistem dapat terjadi karena hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungan saling berinteraksi. Berikut merupakan penjelasan singkat mengenai interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Mari kita pelajari lebih lanjut.

Komponen Biotik

Komponen biotik merupakan seluruh makhluk hidup yang ada pada sebuah ekosistem. Komponen biotik dalam suatu ekosistem dapat dibedakan menjadi beberapa macam tergantung dari cara mendapatkan makanannya.

Diantaranya adalah produsen atau organisme autotrof, konsumen atau organisme heterotrof, dan pengurai atau dekomposer.

Produsen Atau Organisme Autotrof

Produsen
(pixabay.com)

Produsen adalah makhluk hidup yang mampu membuat makanannya sendiri. Makhluk hidup yang dimaksud adalah tumbuhan. Tumbuhan dapat menghasilkan makanannya sendiri karena memiliki 2 hal, yaitu

1.Melakukan fotosintesis

Syarat pertama sebagai produsen adalah bisa melakukan fotosintesis. Fotosintesis merupakan tumbuhan yang memproduksi makanan dengan cara memanfaatkan sinar matahari, klorofil, dan karbon dioksida

2.Klorofil

Syarat kedua sebagai organisme autotrof adalah memiliki klorofil atau zat hijau daun. Jika suatu mahluk hidup tidak mempunyai klorofil maka dia tidak dapat disebut sebagai produsen.

Konsumen Atau Organisme Heterotrof

Konsumen atau organisme heterotrof
(pixabay.com)

Organisme heterotrof adalah organisme yang tidak bisa membuat makanannya sendiri, dan bergantung kepada organisme lain sebagai bahan makanannya. Berikut yang termasuk organisme heterotrof adalah herbivora, karnivora, omnivora.

1.Herbivora

Herbivora adalah makhluk hidup yang sumber makanannya adalah daun dan tumbuhan. Contohnya adalah sapi, kambing, kuda, dan lainnya.

2.Karnivora

Karnivora adalah makhluk hidup yang memakan daging sebagai sumber makanannya. Contohnya adalah macan, singa, ikan hiu dan lainnya.

3.Omnivora

Omnivora adalah makhluk hidup yang memakan daging atau tumbuhan, biasanya menyesuaikan makanan utamanya. Contohnya beruang, manusia, babon dan lain-lain

Pengurai Atau Organisme Dekomposer

Organisme dekomposer atau pengurai adalah tubuh renik yang bertugas mengurai jasad organisme. Saat organsme mati, pengurai mengurai untuk dijadikan mineral dan unsur hara. Contohnya adalah bakteri, cacing tanah, jamur, dan lainnya.

Komponen Abiotik

komponen abiotik
(pixabay.com)

Abiotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang tidak hidup (benda-benda mati). Yang termasuk komponen abiotik adalah udara, air, cahaya matahari, iklim, kelembaban, keasaman tanah, jenis tanah, dan masih banyak lagi.

Komponen ini merupakan komponen yang menentukan makhluk hidup mana yang dapat bertahan hidup pada suatu ekosistem.

Baca Juga: Sistem Pernapasan Pada Hewan

Pola Interaksi makhluk hidup dengan lingkungan

Interaksi sebuah ekosistem digolongkan menjadi 5 bagian,

Netral

Netral yang dimaksud adalah hubungan antara 2 makhluk hidup atau lebih yang berinteraksi tetapi tidak mengganggu satu sama lain, tidak ada persaingan atau kompetisi dan juga dalam hal mangsa-memangsa dalam suatu interaksi. Contohnya adalah Gajah dengan jerapah.

Interaksi antar makhluk hidup yang netral
(pixabay.com)

Di sabana yang luas atau dalam ruang lingkup yang dilindungi, biasanya gajah akan bersatu dengan hewan-hewan lainnya, salah satunya adalah jerapah. Interaksi yang terjadi antara keduanya sangat netral, dalam artian tidak menguntungkan dan tidak merugikan satu sama lain.

Meskipun gajah dan jerapah termasuk hewan herbivora, akan tetapi apabila keduanya disatukan dalam satu wilayah mereka akan bersahabat. Hal ini terjadi karena mereka tidak berkompetisi dalam perebutan wilayah dan juga makanan. Jadi, interaksi antara keduanya sangatlah damai dan mereka saling berbaur satu sama lain dengan tidak menimbulkan kompetisi.

Persaingan (kompetisi)

kompetisi
(animalesenvideo.com)

Kompetisi adalah 2 jenis makhluk hidup yang saling bersaing untuk mendapatkan suatu hal yang sama. Keinginan untuk memperoleh makanan sebanyak banyaknya menimbulkan terjadinya persaingan dalam sebuah ekosistem.

Kompetisi merupakan bentuk interaksi makhluk hidup dengan lingkungan yang akhirnya menyebabkan salah satu pihak yang berkompetisi mengalami kerugian karena kalah dalam persaingan.

Predasi

Interaksi makhluk hidup dengan lingkungan
(rickysetiawan96.blogspot.com)

Predasi adalah interaksi antara mangsa dan pemangsa dalam suatu ekosistem. Sang pemangsa biasa disebut dengan predator. Contohnya adalah singa yang memburu rusa, zebra atau yang lainnya. Singa berfungsi sebagai pengontrol populasi rusa, zebra, atau hewan yang lainnya agar tidak terlalu banyak. Sehingga hewan hewan tersebut tidak mengalami ledakan populasi dan tidak mengganggu keseimbangan ekosistem.

Simbiosis

Simbiosis adalah interaksi antara 2 makhluk hidup yang berbeda dan saling berhubungan. Hubungan ini terbagi menjadi 3, ada yang saling menguntungkan, menguntungkan satu pihak tapi pihak lain tidak dirugikan, dan menguntungkan satu pihak tapi pihak lain dirugikan. Simbiosis terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

Simbiosis Mutualisme

Simbiosis mutualisme adalah jenis simbiosis antara 2 makhluk hidup yang saling menguntungkan satu sama lain. Contohnya adalah hubungan antara kerbau dengan burung jalak.

Interaksi makhluk hidup dengan lingkungan
(pinterest.com)

Burung jalak biasanya hinggap pada tubuh kerbau dan mendapatkan makanan berupa kutu yang berada pada tubuh kerbau. Sedangkan kerbau mendapat keuntungan karena kutu pada tubuhnya mnjadi berkurang atau mungkin sampai hilang pada tubuh si kerbau.

Simbiosis Komensalisme

Simbiosis Komensalisme adalah jenis simbiosis antara 2 makhluk hidup yang menguntungkan satu pihak dan pihak lain tidak dirugikan. Contohnya adalah ikan remora bersama dengan ikan pari.

Interaksi makhluk hidup dengan lingkungan
(fishdataonline.yolasite.com)

Ikan remora akan melekat lebih dekat dengan memakai sirip punggungnya yang digunakan sebagai alat penghisap. Jadi saat ikan pari mendapatkan makanan, maka ikan remora juga akan mendapatkan makanan, akan tetapi makanan yang didapat yaitu makanan hasil sisa dari ikan pari tersebut.

Simbiosis Parasitisme

Simbiosis parasitisme adalah jenis simbiosis antara 2 makhluk hidup yang merugikan salah satu pihak, sedangkan pihak yang satu lagi diuntungkan.hal ini terjadi karena salah satu makhluk tersebut melakukannya untuk bertahan hidup. Contohnya adalah tikus dan petani.

Interaksi makhluk hidup dengan lingkungan
(flickr.com)

Dimana tikus mendapatkan makanan dari tumbuhan petani di sawah. Sedangkan para petani mengalami kerugian karena tanamannya dimakan oleh tikus yang menyebabkan hasil panennya menjadi berkurang.

Antibiosis

Antibiosis adalah interaksi antara makhluk hidup dimana makhluk hidup yang satu menghambat pertumbuhan makhluk hidup lainnya. contohnya adalah jamur penicillium.

Jamur penicillium menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri sehingga tidak bisa berkembang biak di sekitarnya. Jamur ini digunakan manusia sebagai obat antibiotik dengan nama penisilin.

Baca Juga: Organ Pada Tumbuhan

Rantai Makanan

Rantai makanan
(pixabay.com)

Rantai makanan merupakan sebuah peristiwa makan dan dimakan antara sesama makhluk hidup yang berbeda jenis dengan urutan-urutan tertentu. Dalam suatu rantai makanan terdapat peran masing masing diantaranya sebagai produsen, konsumen, dan sebagai dekomposer (pengurai).

Setiap rantai makanan terjadi suatu proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Setiap tingkatan dari rantai makanan dalam ekosistem disebut dengan tingkat trofik.

Tingkat trofik yang pertama adalah organisme yang bisa menghasilkan makanan sendiri, organisme ini adalah tumbuhan hijau atau bisa disebut juga sebagai produsen.

Kemudian organisme yang menempati urutan tingkat tropik yang kedua yaitu konsumen primer (konsumen tingkat I). konsumen tingkat I umumnya ditempati oleh hewan herbivora.

Lalu organisme yang menempati urutan tropik ketiga atau yang biasa disebut konsumen sekunder (konsumen tingkat II), umumnya urutan ini ditempati oleh hewan karnivora. Dan yang terakhir merupakan tingkat tropik tertinggi disebut dengan konsumen puncak, biasanya ditempati oleh hewan omnivora.

Jenis Rantai Makanan

Rantai makanan terbagi menjadi beberapa jenis. Diantaranya adalah rantai perumput, rantai detritus, rantai parasit, dan rantai saprofit. Berikut ini merupakan penjelasannya.

1. Rantai makanan perumput (grazing food chain)

Rantai makanan ini ini paling sering ditemui dalam kehidupan kita. Rantai makanan ini, produsen atau tingkat trofik pertamanya adalah tumbuh-tumbuhan. Contohnya seperti rantai makanan yang terjadi di sawah

Rantai makanan sawah
(artisanalbistro.com)

Tumbuhan sebagai organisme autotrof menghasilkan makanan berupa padi. Tikus sawah sebagai pemakan tumbuhan mengkonsumsi padi. Ular memangsa tikus sawah untuk dimakan. Ular kemudian ular ditangkap elang untuk dimakan. Ketika elang mati, bangkai elang akan diurai oleh bakteri pengurai (dekomposer).

2. Rantai Makanan Detritus

Rantai makanan detritus

Sebelum kita mempelajari tentang rantai makanan detritus, sebaiknya kita pahami dahulu makna dari detritus. Detritus adalah fragmen (hancuran) dari organisme (hewan dan tumbuhan) yang mati dan sisa organisme seperti: kotoran hewan, daun, ranting yang gugur yang diuraikan oleh pengurai (dekomposer).

Organisme yang memperoleh energi dengan cara memakan sisa-sisa makhluk hidup disebut sebagai detritivor atau pemakan bangkai. Contohnya adalah cacing tanah, keluwing, rayap, dan lainnya. Jadi rantai makanan ini tidak dimulai dari suatu tumbuhan, tetapi dimulai dari detritivor. Contohnya adalah

Hancuran daun – cacing tanah – ayam – manusia

Seresah – cacing – bebek – manusia

3. Rantai Makanan Parasit

Parasit adalah istilah organisme yang hidup dengan cara merugikan organisme lain. Ciri dari rantai makanan ini ditandai dengan adanya organisme kecil yang memangsa organisme besar.

Contohnya adalah darah yang berada di tubuh kerbau yang dihisap oleh kutu yang hinggap di badan kerbau. Kemudian kutu dimakan oleh burung jalak. Dan elang memakan burung jalak.

4. Rantai Makanan Saprofit

Ciri-ciri rantai saprofit dimulai dari penguraian jasad mati makhluk hidup oleh organisme saprofit. Berikut yang termasuk organisme saprofit yaitu bakteri, jamur, dan lumut kerak. Saprofit adalah istilah untuk organisme yang mampu mengurai sisa-sisa organisme yang telah mati.

Organisme saprofit berbeda dengan detritivor. Saprofit mengurai bahan organik sisa jasad mati menjadi bahan anorganik berupa mineral yang diserap lagi oleh tumbuhan. Contoh rantai makanan saprofit adalah

Kayu lapuk – jamur – ayam – rubah

Jaring-Jaring Makanan

Jaring-jaring makanan adalah gabungan beberapa rantai makanan yang rangkaian siklusnya saling berhubungan. Jadi bisa disimpulkan bahwa rantai makanan merupakan bagian dari jaring-jaring makanan dalam cakupan yang luas.

Contoh Jaring-Jaring Makanan

interaksi makhluk hidup dengan lingkungan
(thekingslau.blogspot.co.id)

Berdasarkan gambar di atas, dapat ditarik kesimpulan sederhana bahwa dari 13 makhluk hidup yang ada dalam sebuah jaring-jaring terdapat 8 rantai makanan berbeda. Pada setiap rantai makanan, paus biru dan paus pembunuh menjadi makhluk hidup yang menjadi konsumen puncak.

Sedangkan rumput laut dan phytoplankton menjadi produsen pada jaring-jaring makanan tersebut. Berikut ini beberapa kesimpulan yang bisa diambil dari contoh di atas.

Organisme yang termasuk dalam siklus jaring-jaring makanan tidak harus terlibat dalam seluruh rantai makanan yang terjadi.

Jaring-jaring makanan tersebut terbagi menjadi 2 bagian kelompok berdasarkan produsen utamanya, yaitu rumput laut dan phytoplankton.

Jaring-jaring makanan dengan produsennya adalah rumput laut, kepiting menjadi konsumen tingkat 1, gurita jadi konsumen  tingkat 2, pinguin dan gajah laut sebagai konsumen 3, anjing laut konsumen tingkat 4, dan paus pembunuh sebagai konsumen tingkat akhir.

Pada siklus makanan dengan produsen phytoplankton, zooplankton dan udang menjadi konsumen tingkat 1. Ikan kecil jadi konsumen tingkat 2, burung camar dan anjing laut menjadi konsumen tingkat 4, paus biru dan paus pembunuh menjadi konsumen tingkat akhir.

Dalam suatu ekosistem, ketersediaan atau jumlah populasi organisme dalam sebuah jaring-jaring makanan akan mempengaruhi keseimbangan sebuah ekosistem.

Contohnya yaitu saat jumlah organisme yang menjadi produsen mengalami kepunahan, maka seluruh sistem jaring-jaring makanan pasti terganggu.

Sekian dari pembahasan interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. semoga bermanfaat dan terima kasih!!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.