Organ pada tumbuhan

Organ Pada Tumbuhan

Organ pada Tumbuhan – Setiap hari pasti kamu menemui yang namanya tumbuhan, mungkin yang kamu lihat hanya daun, batang, dan buah.

Tahukah kamu sebenarnya struktur tumbuhan itu lebih banyak dari yang kamu kira, termasuk organ-organ di dalamnya? Kira-kira seperti apa bentuk organ pada tumbuhan?

Mari disimak artikel ini, karena di artikel ini kamu akan mempelajari organ pada tumbuhan. Organ pada tumbuhan terbagi menjadi dua, yaitu generatif dan vegetatif.

Organ generatif digunakan untuk perkembangbiakan pada tumbuhan, sedangkan organ vegetatif digunakan untuk pertumbuhan pada tumbuhan. Organ generatif terdiri dari bunga, buah, dan biji, sedangkan organ vegetatif terdiri dari akar, batang, dan daun.

Organ Batang

Organ pada tumbuhan pertama yang akan dibahas adalah batang. Batang merupakan bagian penting yang letaknya diatas tanah. Batang memiliki macam-macam fungsi, serta struktur morfologi dan anatomi.

Macam macam fungsi batang pada tumbuhan:

  1. Sebagai alat transportasi pada tumbuhan
  2. Sebagai penyokong atau penopang
  3. Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif
  4. Sebagai alat bantu pernapasan
  5. Sebagai tempat menyimpan cadangan makanan
  6. Sebagai klasifikasi tumbuhan
  7. Sebagai titik pertumbuhan primer

Setelah mengetahui fungsi-fungsi dari batang, mari kita pelajari struktur-strukturnya.

Anatomi organ batang pada tumbuhan
Anatomi batang. (sumber: edubio.info)

Struktur morfologi batang tidak sama pada semua tumbuhan. Tetapi pada umumnya batang mengandung lentisel, keras, dan tebal.

Sedangkan struktur anatomi batang terbagi dalam beberapa bagian lapisan. Lapisan yang pertama yaitu lapisan epidermis.

Epidermis pada batang memiliki berbagai macam modifikasi yaitu sel gabus, sel silika, dan stomata. Lapisan selanjutnya yaitu lapisan korteks.

Lapisan ini tersusun dari jaringan parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Sel korteks juga mengandung klorofil sehingga proses fotosintesis terdapat di bagian batang.

Baca Juga Sistem Gerak pada Hewan

Organ Akar

Bicara soal akar, organ pada tumbuhan yang satu ini dapat membantu menegakkan, memperkokoh tanaman, dan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.

Selain itu, ada salah satu fungsi khusus pada beberapa tumbuhan, yaitu sebagai alat berkembang biak secara vegetatif. Hal Ini disebabkan tumbuhan-tumbuhan tersebut mempunyai sistem akar rhizoma, contohnya kunyit, jahe, lengkuas, rumput, temulawak.

Mungkin kamu sudah tahu kalau akar juga sering disebut sebagai pencari makan. Soalnya akar berfungsi untuk menyerap sari makanan dari dalam tanah seperti air dan unsur hara.

Setelah mengetahui fungsi akar, mari kita pelajari struktur anatomi (dalam) dan morfologi (luar) yang terdapat pada akar.

Struktur anatomi akar
Anatomi akar (sumber; maudyagustin.wordpress.com)

Bagian terluar dari struktur anatomi disebut sebagai epidermis. Berfungsi sebagai pelindung. Layaknya rumah orang kaya, mungkin yang pertama kali kamu temui saat mengunjungi rumahnya adalah satpamnya. yang juga berperan sebagai pelindung rumah.

Setelah lapisan epidermis, lapisan selanjutnya bernama korteks. Merupakan lapisan kedua dari akar yang berfungsi menyimpan cadangan makanan. Korteks tersusun atas jaringan parenkim.

Selanjutnya lapisan ketiga, biasa disebut sebagai endodermis. Endodermis berfungsi sebagai pengatur masuknya air ke dalam jaringan angkut yang terletak pada bagian dalam silinder pusat.

Selanjutnya bagian paling dalam, biasa disebut sebagai stele. Merupakan lapisan yang menempati bagian tengah akar, yang terdiri dari berkas pembuluh (Xilem dan Floem), jaringan perisikel dan jaringan parenkim.

Organ pada akar
Struktur luar (morfologi) Akar (sumber: perpusku.com)

Struktur morfologi akar terdiri atas pangkal akar, batang akar, cabang akar, rambut akar, serabut akar,tudung akar, serta ujung akar.

Rambut akar berfungsi untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Sedangkan tudung akar berfungsi untuk melindungi sel akar dari kerusakan mekanis.

Baca Juga Sistem Ekskresi pada Hewan

Organ Daun

Leaf (daun)
(sumber: pixabay.com)

Organ selanjutnya yang akan dibahas ialah, daun. Daun umumnya berbentuk pipih melebar dan berwarna hijau. Warna daun tersebut disebabkan karena kandungan kloroplas dalam sel-sel daun. Daun merupakan tempat terjadinya proses fotosintesis.

Selain sebagai tempat berfotosintesis, daun juga berfungsi sebagai alat reproduksi vegetatif, seperti tanaman bayam. Daun juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan dan tempat terjadinya transpirasi.

Secara morfologi, daun memiliki tiga bagian daun, yang terdiri atas helai daun, tangkai daun dan pelepah daun. Daun yang memiliki semua bagian daun disebut daun sempurna.

Contohnya daun talas, dan daun pisang. Sedangkan daun yang tidak memiliki satu atau lebih bagian daun disebut daun tidak sempurna. Contohnya daun mangga.

Tulang Daun

Daun berdasarkan jumlah helai daun pada tangkai daun terbagi menjadi dua, yaitu daun tunggal dan daun majemuk.

Tumbuhan memiliki daun tunggal jika pada sehelai tangkai daun hanya terdapat satu helai daun. Sedangkan jika sehelai tangkai daun terdapat beberapa helai daun maka disebut daun majemuk.

Kamu tahu gak, kalau daun itu punya bermacam-macam bentuk susunan tulang daun? diantaranya ialah tulang daun sejajar, menyirip, menjari, dan melengkung.

jenis-jenis tulang daun
jenis tulang daun. (sumber: materi4belajar.blogspot.com)

Tulang daun sejajar bentuknya seperti garis lurus yang sejajar. Tiap ujung tulang menyatu, contohnya adalah rumput, padi.

Sedangkan tulang daun menyirip seperti susunan sirip ikan. Contohnya adalah jambu, nangka, alpukat.

Setelah itu tulang daun menjari. bentuknya seperti susunan jari-jari tangan. Contohnya adalah pepaya, singkong.

Dan terakhir tulang daun melengkung. Bentuknya seperti garis-garis lengkung yang ujungnya terlihat menyatu, contohnya terdapat pada eceng gondok, dan gadung.

Organ pada daun
struktur anatomi daun (sumber: scienceandri.blogspot.com)

Struktur anatomi daun terdiri dari epidermis, jaringan tiang (palisade), jaringan spons (jaringan bunga karang), Berkas pembuluh angkut.

Jaringan epidermis memiliki bentuk sel yang pipih menutup jaringan di bagian dalamnya dan diantaranya berubah menjadi mulut daun (stomata).

Stomata berfungsi sebagai alat pengatur masuknya CO2. stomata juga dapat berfungsi sebagai alat pertukaran zat.

Stomata tersusun dari dua sel penutup dan beberapa sel penjaga. Stomata pada tumbuhan darat, banyak terdapat di permukaan daun. Sedangkan stomata pada tumbuhan yang mengapung, banyak terdapat di permukaan daun.

Selanjutnya adalah Jaringan tiang. Ciri-cirinya berisi banyak kloroplas dan tersusun dari sel-sel yang memanjang ke arah posisi tegak.

Kemudian Jaringan spons. Jaringan spons merupakan sel yang memiliki banyak rongga udara, letaknya ada di bawah lapisan jaringan tiang.

Jaringan spons memiliki lapisan sel- sel yang tidak teratur, dan sel-selnya juga berkloroplas sehingga menjadi tempat fotosintesis.

Berkas pembuluh angkut pada daun berupa xilem dan floem. Terdapat pada bagian pada bagian tulang-tulang daun dan letaknya di jaringan spons.

Organ Bunga

Organ pada Bunga
Organ pada bunga. sumber: ayuayatul.blogspot.com

Bunga merupakan organ pada tumbuhan yang penting karena memiliki alat-alat perkembangbiakan. bunga merupakan ujung cabang yang berubah bentuk dan tumbuh secara terbatas.

Berikut merupakan struktur-struktur yang terdapat pada bunga:

Kelopak bunga. Umumnya warna dan bentuknya seperti daun. Kelopak bunga berfungsi sebagai  pembungkus mahkota ketika bunga dalam kondisi kuncup dan melindungi kuncup bunga sebelum mekar.

Mahkota bunga. Memiliki warna yang cerah. mahkota bunga berfungsi untuk menarik serangga untuk datang dan menyerbuki bunga. Biasanya pada bunga dikotil memiliki mahkota bunga berjumlah 4, 5, atau kelipatannya. Sedangkan pada tumbuhan monokotil berjumlah 3 atau kelipatannya.

Tangkai Bunga. Merupakan bagian yang penting juga dari bunga. Letaknya di bagian bawah bunga tangkai bunga merupakan penghubung antara tangkai dengan ranting.

Benang sari. Merupakan bagian penting pada bunga. Benang sari adalah alat kelamin jantan pada tumbuhan. Jika serbuk sari masuk ke putik, maka akan terjadi pembuahan. Benang sari terdiri dari beberapa bagian, yaitu tangkai sari, kepala sari atau bunga, dan ujung tangkai sari.

Putik. Putik terdiri dari tangkai putik(stilus0, Bakal buah (Ovarium), Bakal biji (Ovulum). Putik Adalah alat kelamin betina pada tumbuhan.

Baca Juga Sistem Pernapasan pada Hewan

Organ Buah dan Biji

Avocado (alpukat)
sumber: pixabay.com

Buah bukan merupakan organ pada tumbuhan yang pokok. Buah pada umumnya berkembang dari putik pada tumbuhan biji, buah berkembang pada bakal buah jika terjadi pembuahan.

Berdasarkan pembentukannya, buah terbagi menjadi dua macam, yaitu buah sejati, dan semu.

Buah sejati merupakan buah yang seluruhnya terbentuk dari bakal buah,contohnya adalah pepaya, alpukat, semangka, mangga, dll.

Sedangkan buah semu adalah buah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian lain, contohnya adalah jambu monyet, apel, nangka, dll.

Buah berfungsi sebagai tempat penyimpan cadangan makanan, membungkus, sekaligus melindungi biji. Adapun fungsi lain dari buah yaitu membantu proses penyebaran biji. Buah memiliki tiga lapisan, yakni lapisan luar (eksokarp), lapisan tengah (mesokarp), lapisan dalam (endokarp).

Biji terbentuk dari hasil pembuahan yang terjadi di dalam bakal buah. Setelah dibuahi bakal biji dan bakal buah akan berkembang menjadi buah.

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.