Studi Banding Yang Sangat Berkesan

Oh well ini pertama kalinya aku menulis sebuah pengalaman. di artikel ini aku akan menceritakan sebuah pengalaman pribadiku sekolah menuju Semarang. Siapa sih yang tidak tahu dengan semarang?

Semarang juga dikenal memiliki semboyan “Kota Atlas” dikarenakan aman, tertib, lancar, asri, dan sehat.

Saat itu aku masih SMA kelas 12 akhir semester pertama, sekolahku mengadakan sebuah program studi Banding menuju semarang.

Oke akan kuceritakan pengalamanku dengan tempo yang sesingkat-singkatnya. udah kayak pidatonya soekarno aja hihi.

 

Sebelum Berangkat

Plin-plan

baru mulai sudah plin-plan aja. Sebenarnya waktu itu aku hampir tidak ikut, banyak teman-temanku yang bertanya-tanya “mengapa tidak mau ikut?”

karena menurutku ada berbagai alasan salah satunya membebani pengeluaran orang tua.

Waktu kuberi tahu soal itu ke orangtuaku mereka senyum-senyum, mungkin mereka pikir aku udah mulai dewasa ya waktu itu hihi. Singkat cerita kedua orangtuaku mengizinkanku untuk ikut studi tour.

 

Saat Berangkat

Kelengkapan barang yang dibawa

Sistem kebut semalam, itulah kebiasaan buruk yang selalu kulakukan. sampai-sampai orangtuaku sering menegur dan memarahiku, jangan ditiru yah.

Soalnya aku suka menunda-nunda pekerjaan, jadi saat berkemas-kemas ada saja barang yang belum terbawa, untung saat itu hal-hal seperti itu tidak terjadi.

Bye My Friend

Ada hal yang sangat disesalkan saaat itu salah satu teman dekatku tidak ikut studi tour namanya Alvin.

Setiap kali kuajak, dia selalu menolak tawaranku dan kutanya alasannya, dia selalu diam tanpa kata. Dalam hatiku berkata mungkin dia berpikir sepertiku waktu itu, hanya membebani pengeluaran orang tua saja.

 

Perjalanan Dimulai

Teman Sebangku Bis

Perjalanan akhirnya dimulai, hari pertama bis terasa masih sunyi, tidak ada keramaian yang terasa. Beberapa asik bermain dengan smartphonenya, beberapa asik dengan musiknya, dan aku sendiri hanya melakukan obrolan kecil dengan teman sebangku bisku, namanya Gerry.

Oh iya Gerry ini mempunyai kembaran bernama Derry, merupakan salah satu teman dekatku. Derry merupakan Abang dari si Kembar dan Gery adalah Adik si kembar.

Awalnya aku ingin sekali duduk bersama abangnya ini, tapi karena aku agak telat mem-booking tempat duduk jadi aku memutuskan duduk di sebelah adik kembarannya yang masih kosong.

Yang anehnya kami cepat akrab padahal kali pertamanya aku berbincang-bincang dengannya, karena biasanya aku susah sekali akrab dengan orang lain, mungkin dikarenakan kembarannya  kali yah.

Pemberhentian Pertama

Hari pertama telah berlalu, sampai bis-bis sekolah kami berhenti di salah satu tempat makanan, yaitu Rumah Makan Padang. Berbagai siswa dan siswi, beragam pula lauk pauk yang dimakan. Canda tawa pun terjadi cukup lama saat itu.

Sampai suatu ketika aku pun pergi ke toilet karena mau buang air kecil, sampai perebutan toilet pun terjadi dengan salah satu temanku, untung saja aku mendapatkannya, karena raga ini sudah tak bisa menahannya lagi waktu itu hihi.

Suasana Yang Tidak Terduga

Oh iya awalnya kupikir rombongan bis yang aku naiki tidak akan seheboh rombongan bis yang lain. Justru sebaliknya rombongan ini paling rusuh, paling asik, paling gokil, pokoknya paling-paling semua diantara rombongan bis-bis lainnya.

Contohnya saat bis berjalan ada saja yang berjalan layaknya jalan biasa hingga tiduran di lantai bis.

Dan biasanya saat salah satu bis siswi dilewati banyak dari mereka yang menuliskan kata-kata “love you” di kertas mereka tentunya tulisannya sangat besar (niat banget ya, hihi), dan bernyanyi bersama sampai-sampai lagunya diplesetkan agar lucu.

Orang yang Tertinggal

Perjalanan pun berlanjut sampai ke tempat penginapan yang membutuhkan waktu seharian penuh. Hari kedua tiba, sesampainya disana ada sebuah perbincangan kepada salah satu temanku bernama Ori.

Rupanya dia hampir saja tertinggal bisnya dikarenakan lamanya dia dalam toilet. jadi saat itu kawan sebelahnya yang bernama Bayu merupakan anak paling pendiam di sekolah ( menurutku) sedang tertidur.

jadi saat pemandu berkata “sudah naik semua?” dia tidak menjawabnya.Beruntung masih ada banyak bis khusus laki-laki yang belum berangkat.

Kunci yang Jauh

Sesampai di tempat penginapan, aku pun belum bisa masuk ke kamar, dikarenakan kuncinya dibawa oleh salah satu temanku bernama Siswo yang berbeda rombongan bis.

Jadi saat itu bisnya merupakan bis terakhir yang tiba di tempat penginapan. Setelah tiba bisnya, aku pun bergegas menghampirinya, untuk meminta kunci kamar. karena rasa lelah yang sudah menumpuk sudah tidak bisa ditahan lagi.

 

Kunjungan

Kunjungan ke Bhayangkara dan Bertemu para alumni

Hari ketiga pun tiba. Kunjungan yang pertama merupakan tempat para calon polisi dan calon polwan diasuh, dididik, dan ditempa menjadi tangguh. Rombongan kami disambut dengan hangat oleh para pelatih dan alumni sekolah kami.

Banyak yang kami pelajari disana. Rasa lelah pun masih ada dikarenakan krangnya waktu istirahat. Jadi saat perjalanan selanjutnya, aku tertidur dalam bis.

Kunjungan ke Universitas Diponegogo

Kunjungan kedua merupakan kunjungan ke salah satu universitas ternama, yaitu universitas Diponegoro. Selama disana kami disambut oleh hujan yang sangat amat deras.

Kelas untuk siswa IPA dan IPS saat itu dipisah, karena bahasan yang dikaji berbeda. Kami pun dikuliahi bermacam-macam disana, mulai dari sejarah hingga tujuan dibentuknya Universitas Diponegoro. Setelah selesai, perjalanan berikutnya berlanjut

Diluar Rencana, Kunjungan ke UGM dan gagal

Nah di bagian ini nih sangat disayangkan sekali. banyak harapan dari para siswa dan siswi (tidak termasuk aku sih) ingin mendatangi salah satu universitas terbaik Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada.

Banyak kendala yang kami alami saat menuju kesana, mulai dari bis yang mogok, hujan yang deras, hingga Jalanan sekitar banjir.

Akhirnya para guru memutuskan untuk pergi ke Malioboro, sayang banget kan kalau ke Jogja tidak berkunjung ke Malioboro. Disana banyak oleh-oleh yang dibeli, setelah selesai belanja rombongan langsung menuju tempat penginapan.

 

Pulang dan Mampir

Mengunjungi Cibaduyut

Hari Keempat tiba. Sudah menjadi jadwal kepulangan dari perjalananku dari program studi banding ini. Selang perjalanan pulang sekaligus mampir ke tempat-tempat, salah satunya yaitu mengunjungi Cibaduyut.

Kata orang-orang ini merupakan tempat surganya sepatu, saat bis mulai berhenti aku segera turun mencuci mata melihat-lihat sepatu yang cocok.

Setelah semuanya selesai belanja perjalanan berlanjut ke Lembang. Jam menunjukkan pukul setengah lima pagi, bis berhenti di salah satu restoran sekaligus penginapan berbudaya Sunda.

Sarapan di Lembang

Dengan nekatnya aku dan teman-temanku mandi sepagi itu di tempat sedingin lembang.

Satu guyuran air sudah membuat rasa kantuk hilang, rasanya seperti disiram air es dari kulkas, aku mulai ketagihan dengan rasa dinginnya guyuran demi guyuran kusiram. Setelah mandi aku disuguhi makanan. Setelah itu perjalanan pulang berlanjut hingga sampai ke rumah masing-masing.

Sekian dari artikel pertama yang kutulis ini, terima kasih telah membaca hingga selesai.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.