Hari Pertama di Sintesa

Sebelum berada di Sintesa aku berada di kamar kos abangku yang berada di Surabaya selama 3 hari 2 malam.

dari surabaya ke pondok pesantren sintesa memakan waktu 5 sampai 6 jam. Dari Surabaya aku dan abangku menggunakan kereta dari Stasiun Gubeng sampai berada di stasiun madiun.

Setelah itu kami menyempatkan diri untuk makan sore sebelum berangkat menuju Pondok Sintesa. Yang kami temukan saat itu ialah warung bakso & mie ayam.

Setelah menyantap makan sore, kami memesan Go-Car untuk menuju ke pondok. Karena memang tidak ada kendaraan angkutan lain yang menuju kesana selain ojol (ojek online). Perjalanan memakan waktu hingga setengah jam menuju pondok pesantren.

Di saat kami mencari tempat pondoknya, kami sempat kebingungan untuk menemukannya. Sampai akhirnya aku menanyakan lokasinya kepada Farhan melalui aplikasi Whatsapp.

Awalnya kukira ia adalah salah satu guru dari  Pesantren Sintesa (ternyata seniorku di Sintesa). Tak lama kemudian akhirnya kami sampai ke tempat tujuan.

Asrama Sintesa

Setelah sampai di Sintesa aku mengambil koper yang berada di dalam mobil driver Go-Car. Dan akhirnya menuju ke ruangan kamar asrama. Lalu aku ditanyakan beberapa pertanyaan di kamar, diantaranya bawa ijazah terakhir? Ram laptop 4 GB?

Setelah itu aku disuruh memilih kursi, tempat dimana para santri melakukan kegiatan produktivitasnya. Dan aku langsung memilih duduk dipojok sebelah pintu, karena aku suka duduk di pojokan (udah kayak hantu aja, hihi).

Panik Terhadap Hal Sepele

Setelah memilih tempat duduk aku disuruh memilih loker baju, lalu aku mengeluarkan barang-barangku.

Lokerku berada di tempat sebelah pojok kiri paling atas. Tak lama kemudian saat aku masih mengeluarkan baju-bajuku, Adzan Isya berkumandang sehingga membuatku panik dan kelabakan.

Sampai-sampai Mas Doni yang waktu itu sedang melaksanakan piket di bidang keamanan, bertugas mengunci asrama menungguku sangat lama.

Karena tidak enak, jadinya baju-baju yang masih berada di tanganku kumasukkan kembali kedalam koper. Lalu aku pergi ke masjid untuk segera melaksanakan shalat bersama para santri.

Kegiatan Malam Jum’at di Masjid

Setelah shalat ternyata ada kegiatan membaca Surat Al-Kahfi biasanya dilakukan setiap malam jum’at dan jum’at pagi.

Saat itu keadaannya aku masih belum shalat maghrib, jadi setelah shalat isya aku segera melaksanakan Shalat Maghrib. Selesai shalat maghrib pembacaan Surat Al-Kahfi dimulai, para santri melakukannya setengah-setengah.

Maksudnya setengah dari seluruh ayat al-kahfi, 53 ayat saat malam jum’at dan sisanya jum’at pagi setelah melaksanakan shalat subuh.

Selesai membaca al-kahfi dilanjutkan dengan pembacaan Al-Ma’ Tsurat. Pembacaan Al-Ma’ Tsurat dilakukan setiap Rabu dan Jum’at. Selesai membaca Al-Ma’ Tsurat, para santri diperbolehkan kembali ke asrama.

Aku kembali membereskan pakaianku, dan rasa panik saat itu masih ada walaupun hanya sedikit. Selama hampir setengah jam aku selesai membereskan pakaianku.

Kemudian aku menuju ke tempat dudukku, padahal Mas Doni sudah bilang kalau sudah selesai membereskan boleh tidur.

Saat duduk aku berbincang-bincang sedikit dengan teman sebelahku, namanya Dabith asalnya dari Magelang. Masing-masing dari kami memiliki pertanyaan yang sama, yaitu namanya siapa? dan asalnya darimana?.

Tidur Menggunakan Sleeping Bag

Oh iya di Sintesa para santri tidur tidak menggunakan kasur yang biasa dipakai orang-orang, melainkan memakai sleeping bag. Kalian penasaran gak sih dengan sleeping bag ini?

Sleeping bag ini panjangnya sepanjang kasur-kasur biasanya namun tidak ada isi didalamnya. Dan juga sleeping bag ini dapat dijadikan selimut sekaligus.

Para santri biasa memakainya dengan bermacam-macam cara, ada yang tidur diatasnya, ada yang memasukkan badannya ke dalam sleeping bag, terakhir ada yang hanya menggunakannya sebagai bantal (biasanya hanya saat jam istirahat siang).

Sleeping bag ini sangat praktis menurutku karena portable (mudah dibawa kemana-mana).

Game Online

Di tempat duduk, aku bermain game yang biasa kumainkan namanya Chess Rush.

Kalau aku sudah main game online, aku tidak tahu waktu dan semua yang ada di sekitarku. Sampai akhirnya tiba-tiba lampu dan listrik dimatikan, karena jam istirahat tepatnya jam 10 malam telah tiba.

Aku membentangkan sleeping bag milikku yang bernomorkan 1024 dibawah meja tempat biasa aku duduk.

Dan aku masih menyempatkan untuk bermain handphone sampai jam 11 malam. padahal sebenarnya tidak boleh memainkan handphone saat jam istirahat. tetapi karena masih baru menjadi santri disini akhirnya peraturan belum berlaku.

Lalu aku tidur, dan jam menunjukkan pukul 4.15 pagi, sekring lampu mulai dihidupkan kembali. tetapi sekring terminal-terminal listrik tempat untuk men-charge handphone dan laptop tidak dihidupkan.

Oh iya di asrama sekring lampu dan sekring tempat terminal-terminal listrik terpisah.

Kegiatan di Hari Jumat

Setelah bangun aku bergegas wudhu untuk melaksanakan shalat subuh. Setelah shalat subuh dilanjutkan dengan membaca Al-Kahfi dan Al-Ma’Tsurat. Kemudian para santri baru diperbolehkan masuk ke asrama, saat jam menunjukkan pukul 06.30 pagi.

Diselang waktu (sebelum jam 6.30), aku membaca Al-Qur’an dari awal. Setelah itu aku kembali ke asrama dan duduk sambil memainkan game yang biasa kumainkan.

Waktu berlalu begitu cepat hingga akhirnya Adzan Zhuhur berkumandang. Waktu-waktu yang berlalu kulewatkan dengan bermain game online sambil menunggu waktu Shalat Ashar.

Olahraga

Setelah shalat ashar kegiatan para santri yakni olahraga, lalu aku dan para santri mengganti pakaian. Sebelum olahraga para santri diwajibkan untuk berdoa.

Olahraga disini ada 2 yaitu voli dan lari (sejauh kurang lebih 1 km) dan para santri bebas memilihnya. lalu aku memilih lari, banyak yang memilih untuk olahraga lari. Jumlahnya sekitar setengah dari para santri baru.

Ada beberapa yang sudah kukenal, yaitu Elang dan Dedek. Aku mengenal mereka melalui video yang dibuat masing- masing oleh mereka sebagai persyaratan dari pendaftaran Santri Baru Sintesa.

Diantara para santri yang ikut olahraga lari ada santri senior yang bertugas sebagai fotografer ikut olahraga lari sambil membawa kamera. setiap kali dia mendahului kami, dia memulai melakukan pemotretan.

Pemandangan disini sangatlah indah, kanan dan kiri dipenuhi oleh Tebu. Sampai akhirnya aku dan para santri lain berhenti di salah satu pos ronda. Mereka berbincang-bincang sedikit dan aku hanya mendengarkan perbincangan mereka yang biasa, yaitu menanyakan nama dan asal. Setelah itu kami melanjutkan kembali, berlari menuju asrama.

Dan pemandangan indah kembali kami lewati, setelah diperhatikan ada pos ronda di tengah-tengah tanaman tebu Dan juga ada air yang sangat jernih mengalir.

Kami berlari sambil menandai warung-warung yang berada disekitar perjalanan lari. Sesampai di pondok, aku dan beberapa santri (olahraga lari) datang melihat olahraga voli. Pertandingan voli terjadi dengan sengit saat aku melihatnya.

Ditengah pertandingan voli secara tidak sengaja aku melihat kawan sebelahku, Dabith tengah asyik memainkan freestyle dengan bolanya.

Jam olahraga biasanya berlangsung minimal satu jam. setelah satu jam kami diperbolehkan masuk ke dalam asrama. Begitu diperbolehkan masuk aku bergegas ke kamar mandi.

Setelah mandi aku kembali bermain game yang biasa kumainkan hingga adzan maghrib berkumandang.

Makan Dengan Nampan

Setelah maghrib para santri tidak boleh ke asrama sampai shalat isya telah selesai dilaksanakan. Setelah selesai isya aku pun langsung masuk ke asrama sambil menunggu waktu makan malam tiba.

Oh iya disini biasanya makannya pakai nampan dan berempat per nampannya, kalau sampai dapat bertiga dalam satu nampan itu berarti rezeki nomplok. Di Sintesa tidak boleh tidak makan. Dan Kalau sampai telat makan biasanya ada resikonya, lauknya habis hihi. Oke sekian dari cerita keseharianku di Pondok Pesantren Sintesa, Mari hijaukan generasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.