Kalimat efektif

Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

Kalimat Efektif dan Tidak Efektif – Jika kamu seseorang yang hobi menulis, tentunya kamu harus lebih memperhatikan kalimat demi kalimat yang ditulis. Apa tujuannya? agar kalimat yang ditulis tidak berbelit-belit dan sudah termasuk dalam kalimat efektif.

Kali ini kami akan membahas materi bahasa indonesia yang berjudul kalimat efektif dan tidak efektif. Pokok-pokok yang akan dibahas adalah tentang syarat-syarat kalimat efektif, jenis, prinsip, ciri-ciri kalimat efektif, dan beragam contohnya.

1. Kalimat Efektif

A. Pengertian Kalimat Efektif

kalimat efektif

Kalimat efektif adalah sebuah kalimat yang diatur sesuai kaidah yang berlaku, seperti memperhatikan EYD, unsur-unsur penting subjek dan predikat, serta pemilihan diksi yang tepat. Sala satu manfaat dari kalimat efektif yaitu dapat membuat tulisan yang Anda buat menjadi mudah dipahami.

Sementara pengertian kalimat efektif menurut Jusuf Sjarif Badudu atau yang lebih dikenal dengan JS. Badudu adalah sebagai berikut. Pengertian kalimat efektif adalah kalimat yang baik karena apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh si pembaca (si penulis dalam bahasa tulis) dapat diterima dan dipahami oleh pendengar (pembaca dalam bahasa tulis) sama benar dengan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh si penutur atau si penulis.

Sedangkan pengertian kalimat efektif menurut Wikipedia adalah sebagai berikut. Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat); memperhatikan ejaan yang disempurnakan; serta cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam kalimat. Kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah tersebut jelas akan mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar. (Sumber: Wikipedia)

Selain itu terdapat juga beberapa pengertian lain dari kalimat efektif. Yaitu, jenis kalimat yang dapat memberikan efek tertentu dalam komunikasi. Efek yang dimaksudkan disini adalah kejelasan informasi. Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata mubazir, tetapi juga tidak kekurangan kata.

B. Ciri-Ciri Kalimat Efektif

kalimat efektif

Setelah anda mengetahui apa itu pengertian kalimat efektif, selanjutnya adalah mengenal apa saja ciri-ciri kalimat efektif. Berikut ini merupakan ciri-ciri kalimat efektif yang telah kami kumpulkan, diantaranya:

  • Memakai Diksi yang Tepat
  • Mempunyai Unsur Pokok atau Penting, Minimal Subjek Predikat (SP)
  • Taat Kepada Tata Aturan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang Berlaku.
  • Melakukan Penekanan Ide Pokok.
  • Mengacu Kepada Penghematan Penggunaan Kata.
  • Memakai Kesejajaran Bentuk Bahasa yang Dipakai.
  • Memakai Variasi Struktur Kalimat.
  • Memakai Kesepadanan Antara Struktur Bahasa dan Jalan Pikiran yang Logis dan Sistematis.
  • Mewujudkan Koherensi yang Baik dan Kompak.
  • Memperhatikan Paralelisme
  • Merupakan Komunikasi yang Berharkat
  • Diwarnai Kehematan
  • Didasarkan pada Pilihan Kata yang Baik.

Berikut ini akan kami jelaskan kepada anda secara lengkap mengenai ciri-ciri kalimat efektif.

1. Memakai Diksi yang Tepat

Salah satu ciri dari kalimat efektif ditandai dengan penggunaan diksi atau pemilihan kata yang tepat. Tepat disini dalam arti sesuai dengan tema, atau topik yang dibahas dalam tulisan tersebut. Dengan pemilihan diksi yang tepat akan membuat kalimat Anda tidak berbelit-belit.

2. Mempunyai Unsur Pokok atau Penting, Minimal Subjek Predikat (SP)

Dalam sebuah kalimat tentunya mempunyai subjek dan predikat. Hal itu merupakan contoh paling dasar. Secara lengkap unsur dalam sebuah kalimat terdiri dari subjek, predikat atau kata kerja, objek dan keterangan. Dengan satu kesatuan kalimat yang lengkap maka kalimat akan mudah dipahami oleh para pembaca.

3. Taat Kepada Tata Aturan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang Berlaku.

Bahasa Indonesia memiliki susunan kaidah yang biasa dikenal dengan EYD atau Ejaan yang Disempurnakan. Bagaimana perubahan sebuah kata ketika mendapat imbuhan, sisipan dan akhiran. Seperti kata paku mendapat imbuhan me menjad memaku bukan mempaku.

4. Melakukan Penekanan Ide Pokok.

Untuk membuat tulisan menjadi lebih mudah dipahami, yang terpenting yaitu kalimat yang mengandung ide pokok di dalamnya. Fokus terhadap ide pokok, agar tulisan Anda tidak terlalu meluas pembahasannya.

5. Mengacu Kepada Penghematan Penggunaan Kata.

Hemat dalam penggunaan kata. Hal ini sangat erat hubungannya seperti menyeleksi kata di dalam sebuah kalimat.

6. Memakai Kesejajaran Bentuk Bahasa yang Dipakai.

Kesejajaran bahasa merupakan cara penempatan ide yang sama dalam tulisan yang anda buat. Agar tidak menyimpang dari tema pembahasan.

7. Memakai Variasi Struktur Kalimat.

Agar tulisan Anda tidak terkesan monoton, Anda bisa menggunakan variasi struktur kalimat dengan cara memakai frase. Baik frase keterangan waktu, frase keterangan tempat, maupun partikel penghubung.

8. Memakai Kesepadanan Antara Struktur Bahasa dan Jalan Pikiran yang Logis dan Sistematis.

Kalimat yang anda gunakan, baik struktur kata yang dipakai dengan jalan pikiran atau gagasan yang Anda miliki sesuai atau pas, sehingga apa yang Anda inginkan namun berbeda dalam bahasa tulisan akan menyebabkan ketidaksepadanan.

9. Mewujudkan Koherensi yang Baik dan Kompak.

Kohesi dan koherensi. Kohesi adalah hubungan antar bagian dalam teks yang ditandai penggunaan unsur bahasa. Konsep kohesi pada dasarnya mengacu kepada hubungan bentuk, artinya unsur-unsur wacana (kata atau kalimat) yang digunakan untuk menyusun suatu wacana memiliki keterkaitan secara padu dan utuh. (Mulyana, 2005: 26)

10. Memperhatikan Paralelisme

Paralelisme merupakan majas yang mengulang kata dan pada setiap baris yang sama di dalam satu bait puisi. Nah, dalam tulisan pun terkadang menggunakan paralelisme ini. Namun Anda harus memperhatikan karena jika tidak maka tulisan Anda terkesan monoton.

11. Merupakan Komunikasi yang Berharkat

 

12. Diwarnai Kehematan

Kalimat efektif cenderung hemat dalam penggunaan kata meskipun terkadang terkesan kaku (yang terpenting maksudnya tersampaikan).

13. Didasarkan pada Pilihan Kata yang Baik.

Seperti yang dijelaskan di atas bahwasanya untuk bisa membuat kalimat efektif sangat tergantung pada pemilihan kata yang digunakan dalam susunan kalimatnya. Diksi yang dipakai harus sesuai dengan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan.

C. Syarat Kalimat Efektif

kalimat efektif

Kalimat yang dinyatakan efektif memiliki 6 syarat yang harus terpenuhi. kira-kira apa saja? Berikut ini akan kami berikan syarat kalimat efektif.

1. Kesatuan

Menurut Amran Tasai dan Arifin, kesatuan adalah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang digunakan. Kesatuan gagasan kalimat ini diperlihatkan oleh kesepadanan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.

Ciri-ciri yang kesatuan:

A. Adanya subjek dan predikat yang jelas.
Hindari menggunakan kata depan (di, ke, dari, sebagai, dll) sebelum subjek. Contohnya adalah seperti kalimat di bawah ini.

Di Sekolah para guru sedang mendiskusikan nilai siswa yang masih di bawah standar. (Salah)
Para guru sedang mendiskusikan nilai siswa yang masih di bawah standar. (Benar)

B. Tidak terdapat subjek ganda
Kalimat yang efektif tidak memiliki kata subjek lebih dari satu. Contohnya seperti kalimat di bawah ini.

Pembangunan jalan itu kami dibantu oleh warga desa. (Salah)
Dalam membangun jalan itu, kami dibantu oleh warga desa. (Benar)

C. Hindari penggunaan kata penghubung intrakalimat dalam kalimat tunggal
Dalam membuat kalimat efektif kalimat tunggal, hindari penggunaan kata penghubung intrakalimat. Kata penghubung intrakalimat sendiri merupakan kalimat yang berfungsi menghubungkan unsur-unsur kalimat, contohnya adalah sehingga, sedangkan, dll. Misalnya seperti kalimat di bawah ini.

Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. (Salah)
Kami datang agak terlambat. Oleh karena itu, Kami tidak dapat mengikuti acara pertama. (Benar)

D. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata “yang”
Misalnya:

Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu. (Salah)
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. (Benar)

2. Kehematan

Menurut Finoza, kehematan adalah usaha menghindari pemakaian kata yang tidak perlu. Hemat disini berarti tidak menggunakan kata-kata mubazir, tidak menjamakkan kata yang sudah berbentuk jamak, dan tidak mengulang subjek. Dengan menghemat kata, kalimat menjadi padat dan berisi.

Contoh kalimat kehematan:
Karena Marcel tidak diundang, Marcel tidak datang ke pesta itu. (Salah)
Karena tidak diundang, Marcek tidak datang ke pesta itu. (Benar)

Presiden Soekarno menghadiri Rapin ABRI hari Senin. (Salah)
Presiden Soekarnomenghadiri rapat ABRI Senin itu. (Benar)

Tanboy hanya membawa badannya saja. (Salah)
Tanboy membawa badannya saja / Tanboy hanya membawa badannya. (Benar)

Para tamu-tamu. (Salah)
Para Tamu / Tamu-tamu. (Benar)

3. Keparalelan

Menurut Amran Tasai dan Arifin, keparalelan merupakan kesamaan bentuk yang digunakan dalam kalimat itu. Maksudnya yaitu jika pada kata pertama berbentuk verba, maka kata kedua juga harus berbentuk verba.

Contoh kalimat keparalelan:

Sang tutor menjelaskan, memaparkan, dan penerapan sebuah aplikasi pada para praktikan. (Salah)
Sang tutor menjelaskan, memaparkan, dan menerapkan sebuah aplikasi pada para praktikan. (Benar)

4. Kelogisan

Menurut Arifin dan Amran Tasai, kelogisan adalah ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Contoh kelogisan:

Waktu dan tempat kami persilahkan. (Salah)
Kepada Bapak Fulan kami persilahkan. (Benar)

5. Kepaduan (Koherensi)

Menurut Finoza, koherensi adalah terjadinya hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentukan kalimat.

Ciri-ciri pada contoh koherensi dibawah ini yaitu koherensi yang rusak karena tempat kata dalam kalimat tidak sesuai dengan.

Contohnya seperti kalimat di bawah ini.

Ikan memakan adik tadi pagi. (Salah)
Adik memakan ikan tadi pagi. (Benar)

Selain itu, satu contoh lagi  koherensi yang rusak karena menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.

Contoh kalimat kepaduan:

Mereka membahas daripada kehendak rakyat. (Salah)
Mereka membahas kehendak rakyat. (Benar)

6. Ketepatan

Menurut Finoza, ketepatan adalah kesesuaian atau kecocokan pemakaian unsur-unsur yang membentuk suatu kalimat hingga tercipta pengertian yang bulat dan pasti.

Contoh kalinat ketepatan, misalnya dibawah ini tentang kesalahan dalam penggunaan tanda koma:

Lupin lupa bagaimana cara melukis, mengecat dan berjahitan. (Salah)
Lupin lupa bagaimana cara melukis, mengecat, dan menjahit. (Benar)

Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

D. Manfaat Kalimat Efektif Dalam Penulisan Karya Ilmiah

kalimat efektif

Menurut Razak, kalimat efektif mampu mengekspresikan kejiwaan manusia lainnya, dengan demikian, hanya kalimat yang berdaya guna yang diklasifikasikan kepada kalimat efektif.

Menurut Zulfahmi, kalimat efektif mampu mengantarkan isi dan tujuan komunikasi dengan baik. Untuk mengungkapkan atau mengkomunikasikan gagasan pengarang, maka diperlukan kalimat yang baik.

Menurut Drs.Mukhlis,M.Hum dalam bukunya pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Laporan Penelitian) Halaman 9, menjelaskan bahwa bahasa indonesia ragam Ilmiah digunakan oleh para cendekiawan untuk mengkomunikasikan ilmu pengetahuan. Ragam bahasa tersebut memiliki sifat-sifat berikut ini:

  1. Ragam bahasa ilmiah termasuk ragam bahasa baku. Oleh karena itu, penulisan karangan ilmiah mengikuti kaidah-kaidah bahasa baku, yaitu dalam ragam tulis menggunakan ejaan yang baku (EYD), menggunakan kata-kata, struktur frasa, dan kalimat yang baku atau sudah dibakukan.
  2. Dalam ragam bahasa ilmiah banyak digunakan kata-kata istilah. Kata-kata tersebut digunakan dalam arti denotatif, bukan dalam arti konotatif.
  3. Dalam ragam bahasa ilmiah digunakan kalimat yang efektif, yaitu kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis, dan dapat menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.
  4. Ragam bahasa ilmiah lebih berkomunikasi dengan pikiran daripada perasaan; bersifat tenang, jelas, hemat dan tidak emosional.
  5. Hubungan gramatik antara unsur-unsurnya, baik dalam kalimat maupun dalam paragraf, hubungan antara paragraf satu dan paragraf yang lain bersifat padu. Untuk menyatakan hubungan digunakan alat-alat penghubung, seperti kata-kata penunjuk, kata-kata penghubung, pengulangan kata atau frasa, penggantian dan lain-lain.
  6. Hubungan semantik antara unsur-unsurnya bersifat logis. Penggunaan kalimat yang bermakna ganda atau ambiguous harus dihindari.
  7. Penggunaan kalimat pasif lebih diutamakan karena dalam kalimat pasif peristiwa lebih dijelaskan daripada pelaku perbuatan.
  8. Konsisten dalam segala hal, misalnya dalam penggunaan istilah, singkatan, tanda-tanda, dan kata ganti.

2. Kalimat Tidak Efektif

A. Pengertian Kalimat Tidak Efektif

kalimat tidak efektif merupakan kalimat yang tidak terdapat sifat-sifat tertentu pada kalimatnya. Tidak terdapat aturan seperti dengan kalimat efektif.

B. Ciri-Ciri Kalimat Tidak Efektif

  • Memiliki dua konjungsi pada suatu kalimat yang memiliki dua klausa.
  • Terdapat konjungsi setelah tanda koma.
  • kalimatnya diawali dengan konjungsi.
  • Kalimat yang diawali dengan preposisi kemudian diikuti oleh predikat yang berimbuhan me.
  • Kalimat yang tidak mengikuti kaidah EYD.
  • Bahasanya terkadang tidak logis.

3. Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

A. Perbedaan Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

Kalimat efektif merupakan kalimat yang berfungsi untuk mewakili gagasan penulis atau gagasan pembicara dan dapat diterima atau dicerna dengan mudah oleh pembaca. Kalimat ini memuat makna khusus penulis dan sifatnya yang harus disampaikan singkat, padat, dan jelas.

Sedangkan kalimat tidak efektif merupakan kalimat yang tidak terdapat sifat-sifat tertentu pada kalimatnya. Tidak terdapat aturan seperti dengan kalimat efektif.

Kalimat Efektif:
Saya adalah mahasiswa universitas Lampung. Saya kos di daerah Rajabasa. Untuk berangkat kuliah, saya menggunakan transportasi umum, yaitu Trans lampung. Selain saya, banyak mahasiswa Universitas Lampung yang tinggal di Rajabasa menggunakan fasilitas Trans Lampung sebagai sarana transportasi.

Kalimat Tidak Efektif:
Saya ini adalah mahasiswa dari Universitas lampung, kebetulan saya ngekos rumah di daerah Rajabasa. Jadi berangkat kuliah saya biasanya menggunakan transportasi umum seperti trans Lampung. Selain saya, banyak pula para mahasiswa Universitas Lampung yang juga memakai Trans Lampung sebagai salah satu sarana transportasi setiap hari

B. Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif Dengan Memakai Variasi Pembukaan

Frase Keterangan Tempat

  • Kereta rel listrik di Jabodetabek dirasakan sejumlah kalangan sebagai solusi transportasi di tengah kemacetan. (Koran Kompas, Senin 6 Mei 2013, Metropolitan, KRL perlu didukung)
  • Pertentangan antara meneruskan kebijakan penghematan anggaran dan melakukan kebijakan lain terus mengemuka di Eropa. (Koran Kompas, Senin 6 Mei 2013, Internasional, Pertentangan Meruncing)

Frase Keterangan Waktu

  • Tanggal 1 Mei 2013, Papua genap 50 tahun bergabung dalam NKRI (Koran Kompas, Senin 6 Mei 2013, Papua, Sebuah Noktah Sejarah).
  • Hampir setiap hari pada jam sibuk terjadi kekacauan di perempatan Kuningan, Mampang, dan Gatot Subroto (Jakarta Selatan). (Koran Kompas, Senin 6 Mei 2013, Pindah Halte Transjakarta Kuningan Barat Koridor IX).

Frase Keterangan Cara

  • Terjatuh dari Sungai Kliwut, Minggu (5/5) pagi. (Koran Kompas, Senin Mei 2013, Terpeleset, Wahidun Tewas Tenggelam di Sungai).
  • Pengerukan terutama untuk tambang C berupa tanah timbun. (Koran Kompas, Senin 6 Mei 2013, Penerukan Tanah Picu Banjir).

Frase Verbum

  • Peresmian itu ditandai dengan cara resepsi yang dihadiri sejumlah pejabat. (Koran Kompas, Senin 6 Mei 2013, Kembangkan Toba, Silangit Dibenahi).
  • Pemerintah tidak alergi dengan rumah mewah dan menengah, tetapi sebaiknya ada luang yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki rumah. (Koran Kompas, Senin 6 Mei 2013, Rumah Murah ditinggal).

Partikel Penghubung

  • Selain mengalami siksaan, burung juga ditempatkan di ruangan yang tidak layak (Koran Kompas, Senin 6 Mei 2013, Aroma Busuk di Lebak Wangi).
  • Namun, mayoritas peternak lele di kawasan ini, khususnya di segmen konsumsi, terus bertahan. (Koran Kompas, Senin 6 Mei 2013, Lele Menopang Ekonomi Kota Metro).
  • Akan tetapi, hukuman pengusiran dari Padang tidak berlaku bagi Fajri karena ia berasal dari keluarga kurang mampu. (Koran Kompas, Senin 6 Mei 2013, Fajri Bisa Sekolah di Padang)

Demikianlah pembahasan kali ini, semoga dapat menambah wawasannya. Dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya supaya wawasan kamu semakin luas. Terima kasih!

Referensi:
1. www.moondoggiesmusic.com/kalimat-efektif/
2. www.yuksinau.id/kalimat-efektif/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.