Kalimat Imperatif

Contoh Kalimat Imperatif, Deklaratif, dan Interogatif

Kalimat Imperatif – Setelah sebelumnya membahas kalimat efektif dan tidak efektif, maka kali ini kami membahas mengenai kalimat imperatif, deklaratif, dan Interogatif.

Untuk mempersingkat waktu tentang hal-hal yang akan dibahas, kalian dapat melihatnya dalam daftar isi di bawah ini

1. Kalimat Imperatif

Kalimat Imperatif

Berikut ini merupakan penjelasan lengkap mengenai kalimat imperatif.

A. Pengertian Kalimat Imperatif

Kalimat imperatif adalah kalimat yang bersifat memberikan perintah atau memberi komando. Dengan kata lain, kalimat imperatif adalah kalimat yang mengandung perintah. kalimat ini berfungsi meminta atau melarang seseorang agar tidak melakukan sesuatu.

B. Ciri-Ciri Kalimat Imperatif

Berikut ini akan kami uraikan ciri-ciri kalimat imperatif:

  • Ditandai dengan intonasi yang rendah pada akhir kalimat. Dalam membaca kalimat imperatif, saat berada pada akhir kalimat harus diakhiri dengan suara yang merendah atau tidak keras dalam pengucapannya.
  • Menggunakan partikel penegas, penghalus, dan kata ajakan, harapan, larangan, serta permintaan.
  • Susunan inversi, sehingga predikat dan subjek tidak selalu terungkap.
  • Pelaku tindakan tidak selalu terungkap

C. Jenis-Jenis Kalimat Imperatif

Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis kalimat imperatif:

1. Kalimat Imperatif Halus
Imperatif halus merupakan kalimat perintah yang di dalam penulisannya menggunakan kata-kata yang dianggap sopan. Kata yang biasa digunakan seperti sekiranya, cobalah, tolong, silahkan, dan sebagainya.

Contohnya seperti kalimat dibawah ini:

  • Tolong matikan lampu !
  • Tolong tutup pintunya !
  • Silahkan duduk disana !
  • Silahkan tunggu disana !
  • Silahkan Anda antri disini !
  • Tolong hidupkan laptopnya !
  • Silahkan kamu tunggu disini !
  • Tolong ambilkan saya air minum !
  • Tolong berikan kue ini kepada Shafira !
  • Cobalah makanan ini, mungkin kamu menyukainya !

2. Kalimat Imperatif Transitif
Kalimat imperatif transitif adalah kalimat yang berpredikat verba transitif, mirip dengan konstruksi kalimat deklaratif.

Contohnya seperti kalimat dibawah ini.

  • Ubahlah gaya hidupmu !
  • Carilah pekerjaan yang halal !
  • Carilah pekerjaan yang layak !
  • Belikanlah ayahmu jam tangan baru !

3. Kalimat Imperatif Taktransitif
Kalimat imperatif taktransitif adalah kalimat yang dibentuk dari kalimat deklaratif yang dapat berpredikat verba dasar, fasa adjektif, dan frasa verba yang berprefiks meng- dan ber- ataupun preposisional.

Contohnya seperti kalimat dibawah ini.

  • Diam !
  • Tenang !
  • Kamu duduk !
  • Kamu keluar !
  • Kamu masuk !
  • Kamu push up !
  • Diam semuanya !
  • Keluar semuanya !
  • Kamu berlari 5 kali !
  • Kamu baris yang rapih !
  • Kamu menghapus papan tulis !

4. Kalimat Imperatif Ajakan dan Harapan
Kalimat imperatif ajakan dan harapan merupakan kalimat perintah yang di dalamnya berisi kata ajakan. Biasanya diawali dengan kata ayo, mari, harap, dan hendaknya.

Contohnya seperti kalimat di bawah ini.

  • Ayo kita masuk ke kelas !
  • Ayo kita pulang ke rumah !
  • Ayo kita berangkat sekolah !
  • Mari kita melestarikan hutan !
  • Mari kita rapihkan tempat ini !
  • Hendaknya kita rajin mengaji !
  • Mari kita makan siang bersama !
  • Mari kita bersihkan halaman ini !
  • Hendaknya kita rajin menabung !
  • Marilah kita bekerja dengan semangat !
  • Marilah kita membersihkan lingkungan sekitar !

5. Kalimat Imperatif Permintaan
Kalimat Imperatif permintaan adalah kalima perintah yang ditandai dengan adanya kata mohon dan minta. Subjek pelaku kalimat imperatif permintaan adalaah pembicara yang sering tidak diperlihatkan.

Contohnya seperti kalimat di bawah ini.

  • Mintalah hadiah kepada ayahmu !
  • Mohon diterima kado dari saya ini !
  • Mintalah izin kepada orang tua mu !
  • Mohon kerja samanya teman-teman !
  • Mintalah uang saku kepada bapakmu !
  • Mintalah doa restu kepada orang tua mu !
  • Minta perhatiannya sebentar teman-teman !
  • Mohon diterima dengan baik pemberian ini !
  • Mohon maaflah kepada kedua orang tua mu !

6. Kalimat Imperatif Pembiaran
Kalimat imperatif pembiaran merupakan kalimat perintah yang dinyatakan dengan kata biarkan dan biar. Kalimat ini adalah kebalikan dari kalimat imperatif larangan. Kalimat imperatif pembiaran dapat diartikan membiarkan sesuatu terjadi atau berlangsung.

Contohnya seperti kalimat di bawah ini.

  • Biarkan aku makan mie itu !
  • Biarkan saja dia pergi jauh !
  • Biarkan aku berjalan kearahnya !

7. Kalimat Imperatif Larangan
Kalimat Imperatif larangan merupakan kalimat perintah yang berisi larangan dengan ditandai dengan kata jangan.

Contohnya seperti kalimat di bawah ini.

  • Jangan berhenti disini !
  • Jangan tidur terlalu malam !
  • Jangan tidur terlalu malam !
  • Jangan berhenti mendadak !
  • Jangan kencing sembarangan !
  • Jangan mencoret-coret dinding !
  • Dilarang berjualan di tempat ini !
  • Jangan merokok di dalam ruangan ini !
  • Jangan membuat keributan di tempat ini !
  • Janganlah membuang sampah sembarangan !
  • Jangan berenang di pantai terlalu jauh karena sangat berbahaya !

2. Kalimat Deklaratif

Berikut ini merupakan penjelasan lengkap mengenai Kalimat Deklaratif.

A. Pengertian Kalimat Deklaratif

Kalimat deklaratif adalah sebuah kalimat yang berisi pernyataan dan bersifat fakta atau opini. Kalimat deklaratif biasanya disebut sebagai kalimat berita.

Kalimat deklaratif digunakan untuk memberikan suatu informasi berita atau peristiwa kepada seseorang tanpa mengharapkan respon khusus.

Diantara kalimat lainnya (kalimat imperatif dan interogatif), Kalimat deklaratif merupakan kalimat yang paling sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. kalimat deklaratif adalah kalimat yang paling sederhana dan harus mempunyai satu subjek dan predikat serta diakhiri dengan tanda petik.

B. Ciri-Ciri Kalimat deklaratif

Berikut ini akan kami uraikan ciri-ciri kalimat deklaratif:

  • Intonasinya yang netral, tidak ada bagian yang dipentingkan dari yang lainnya.
  • Bagian dari kalimat berita dapat dijadikan pokok pembicaraan. Dalam hal ini, bagian tersebut dapat ditempatkan pada awal kalimat atau bagian akhir kalimat.
  • Susunan kalimat tidak dapat dijadikan sebagai ciri-ciri karena hampir sama saja dengan kalimat yang lainnya.

C. Jenis-Jenis Kalimat Deklaratif

Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis kalimat deklaratif:

1. Kalimat Deklaratif Aktif
Kalimat deklaratif aktif adalah kalimat yang bersifat aktif dimana subjeknya melakukan tindakan kepada objek.

Contohnya seperti kalimat di bawah ini.

  • Sebuah sepeda motor menabrak pejalan kaki pagi tadi pukul 17.05 WIB.
  • Aku dan keluargaku mengunjungi Candi Prambanan setahun yang lalu.
  • Arya dan Shafira mendapat beasiswa belajar di Jerman selama 4 tahun.
  • Bapak Presiden meminta seluruh kepala daerah untuk datang ke istana negara.
  • Abdi menanam bibit pohon rambutan di depan rumahnya.
  • Ibu menteri kelautan menenggelamkan kapal-kapal asing yang mencuri ikan di laut Indonesia.
  • Puluhan polisi menggebrek rumah yang digunakan sebagai tempat bermain judi.
  • Kancil memakan semua timun petani sehingga tidak ada yang tersisa.
  • Mobil ayah menabrak seorang pejalan kaki yang sedang melintas.
  • Ibu guru sedang memberikan arahan kepada murid-muridnya di kelas.
  • Pak Seno membangun rumah baru yang cukup besar di tanah miliknya.
  • Ayah sedang memperbaiki komputer Andi yang sudah rusak.
  • Jessy memberi kucing kesayangannya makanan.
  • Adik memukul kucing itu dengan sangat keras.
  • Ayah membersihkan halaman rumah dengan sapu lidi.
  • Ibu mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang.
  • Paman membakar sampah yang ada di halaman rumah.
  • Joko menyimpan tabungannya di Bank.
  • Dewi menarik Dinda dengan sangat keras
  • Belinda meminta adiknya untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

2. Kalimat Deklaratif Pasif
Kalimat deklaratif pasif adalah kalimat yang bersifat pasif, yaitu subjeknya dikenai tindakan oleh objek.

Contohnya seperti kalimat dibawah ini.

  • Sebuah rumahh dirampok oleh sejumlah pencuri yang membawa senjata tajam tadi malam.
  • Sejumlah rumah terbakar habis di daerah Gunung Sari.
  • Polisi itu tertembak oleh teroris yang sedang beraksi.
  • Semua kepala daerah meminta kepada Bapak presiden untuk menghadiri rapat di Jakarta.
  • Perhiasan baru ibu dicuri oleh pencuri yang beraksi tadi malam.
  • Kapal-kapal asing yang mencuri ikan di laut Indonesia ditemnggelamkan oleh Angkatan Laut Indonesia.
  • Tanaman hias di halaman selalu disiram oleh ibu setiap pagi agar tetap hidup dan tumbuh subur.
  • Arya diajak oleh Deni untuk pergi ke Bandung bersama.
  • Nasi itu dimasak oleh ibu sebagai bekal aku di sekolah.
  • Komputer Fatimah sedang diperbaiki oleh Aji.
  • Uangku disimpan oleh ibu agar aman dan tidak cepat habis.
  • Kegiatan kerja bakti ini dilaksanakan oleh seluruh masyarakat kampung Maju Mundur.
  • Pencuri motor ini dipukuli oleh warga yang mempergokinya.
  • Halaman disapu oleh ibu degan sapu lidi.
  • Smpah yang ada di rumah di bakar oleh ayah.
  • Adi diminta oleh ibu untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

3. Kalimat Deklaratif Inversi
Kalimat Deklaratif Inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek.

Contohnya seperti kalimat dibawah ini.

  • Ambilkan bapak koran diatas meja !
  • Atas perhatian ibu, saya ucapkan terimakasih.
  • Sudah saya bersihkan kamar itu.
  • Sudah saya rapihkan buku itu.
  • Dicurinya perhiasana itu di dalam lemari.
  • Pergilah Intan menyusul ayahnya yang pergu ke Balikpapan.
  • Datanglah orang yang selama ini di tunggu-tunggu oleh kami.
  • Disimpanlah hadiah pemberian Arya sebagai kado ulang tahunnya.
  • Menangislah Sinta dengan keras akibat dijahili oleh Widi.
  • Pulanglah Doni Ketika ayahnya memanggil.
  • Disusunlah puisi itu oleh Nurlita sebagai bentuk mengekspresikan dirinya.
  • Duduklah dia ketakutan ketika melihat penampakan hanti di kamarnya.
  • Singkirkan sampah itu dari pandanganku.
  • Matikan lampu yang ada di ruangan itu.
  • Selesaikan semua tugas-tugas mu yang diberikan oleh ibu guru.
  • Rapihkan tempat tidur kamu sebelum berangkat sekolah.
  • Siapkan laporan keuangan itu hari ini.

4. Kalimat Deklaratif Langsung
Kalimat deklaratif langsung adalah kalimat yang berupa hasil kut=ipan pembicaraan seseorang sesuai apa yang ia katakan.

Contohnya seperti kalimat dibawah ini.

  • Shafira berkata, “Saya melihat Arya sedang ke masjid pada hari itu,”
  • “Nenek akan datang mengunjungi kita besok”. Kata bapakku.
  • Ibu guru berkata, “Kita akan perg study tour ke Malang akhir semester ini”.

5. Kalimat Deklaratif Tidak Langsung
Kalimat deklaratif tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan ucapan orang lain.

Contohnya sperti kalimat dibawah ini.

  • Arya berkata bahwa Shafira sedang sholat di kamarnya
  • Abdillah mengatakan bahwa dia akan pergi ke supermarket bersama Arya pagi ini.
  • Bapak mengatakan bahwa dia akan pergu ke supermarket bersama Arya pagi ini.

3. Kalimat Interogatif

Berikut ini adalah pembahasan lengkap mengenai kalimat interogatif.

A. Pengertian Kalimat Interogatif

Kalimat interogatif adalah kalimat yang berisi pertanyaan yang diajukan kepada seseorang. Kalimat interogatif dibentuk untuk mendapatkan responsi berupa jawaban.

Pada umumnya, kalimat ini selalu diakhiri dengan tanda tanya. Kalimat interogatif biasanya ditandai dengan sebuah kata tanya seperti apa, siapa, kapan, dimana, bagaimana dan lain sebagainya.

B. Ciri-Ciri Kalimat Interogatif

Ciri-ciri kalimat interogatif adalah :

  • Menggunakan tanda tanya (?) di akhir kalimat.
  • diawali dengan kata tanya.
  • Biasanya disertai dengan imbuhan -kah.
  • Bila tidak menggunakan kata tanya, biasanya dilengkapi dengan partikel kan.
  • Membutuhkan jawaban. Baik berupa pernyataan ya atau tidak maupun sebuah informasi.

C. Jenis-Jenis Kalimat Interogatif

Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis kalimat deklaratif :

1. Kalimat Interogatif yang Meminta Pengakuan Jawaban
Jenis kalimat interogatif ini dibentuk dengan cara memberikan intonasi tanya pada sebuah kalimat. Biasanya kalimat ini sudah berisi sebuah jawaban atau kalimat tanya yang memberikan kepastian, pilihan, dan juga penawaran.

Contohnya seperti kalimat dibawah ini.

  • Apakah kamu sudah makan ?
  • Apakah kamu mencintainya ?
  • Apakah Shafira bisa menjahit ?
  • Apakah Anda seorang tentara ?
  • Apakah Citra hobi menulis ?
  • Apakah kamu suka membaca ?
  • Apakah dia bisa bermain bola ?
  • Apakah Nurlita pandai melukis ?
  • Apakah kamu mengendarai mobil itu ?
  • Apakah kamu sudah mengerjakan tugas sekolah ?

2. Kalimat Interogatif yang Meminta Jawaban Kata Tanya
Kalimat Interogatif yang Meminta Jawaban Kata Tanya adalah kalimat yang berisi kata tanya seperti apa, siapa, dimana, kapan, bagaimana, dan lain sebagainya.

Contohnya seperti kalimat di bawah ini.

  • Apa makanan kesukaanmu ?
  • Siapa yang pergi bersama ayah ?
  • Dimana kamu letakkan pisau tadi ?
  • Kapan kamu pergi ke Jerman ?
  • Bagaimana hasil nilai ujianmu ?

3. Kalimat Interogatif yang Meminta Jawaban Berupa Alasan
Pada kalimat interogatif ini cenderung menggunakan kata mengapa dan kenapa.

Contohnya seperti kalimat dibawah ini.

  • Mengapa kamu terlambat sekolah ?
  • Kenapa kamu tidak sekolah ?
  • Mengapa kamu tidak masuk kerja ?
  • Kenapa celana kamu kotor ?
  • Mengapa dahi mu terluka ?

4. Kalimat Interogatif yang meminta Jawaban Berupa Pendapat
Pada kalimat interogatif ini cenderung menggunakan kata tanya bagaimana.

Contohnya seperti kalimat dibawah ini.

  • Bagaimana cara kamu bisa mendapatkan nilai ujian tertinggi ?
  • Bagaimana dengan keadaan ibu kamu yang sedang sakit ?
  • Bagaimana kecelakaan tersebut bisa terjadi ?

Sekian dari pembahasan mengenai kalimat imperatif, kalimat deklaratif, dan kalimat interogatif. Semoga dapat menambah wawasan kamu dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya supaya wawasanmu semakin luas. Terima kasih!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *