Pengalaman Menjadi Siswa Kelas Dua SMA

Ada sedikit cerita saat aku kelas satu, setelah aku ketahuan memberikan contekan ujian matematika. Setiap kali ada ujian harian matematika, nilaiku selalu dikosongkan.

kecuali saat ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Namun itu tidak seberapa nilainya (menurutku). Ujian tengah semesterku  mendapatkan 88 sedangkan ujian akhir semester hanya mendapatkan 75.

Sedangkan KKM (kriteria ketuntasan minimal) disekolahku 80, dan aku kebingungan bagaimana cara menutupi nilai-nilai yang dikosongkan tersebut.

Setiap kutanyakan ke guru matematikaku, ia hanya tersenyum saja. Oh iya mengapa aku sangat mengkhawatirkan nilai matematikaku?

Karena ada 3 faktor penting nih temen-temen. Yang pertama merupakan salah satu pelajaran yang menentukan masuk ke jurusan IPA. nilai minimal yang harus dicapai adalah 80.

Yang kedua untuk bisa masuk perguruan tinggi yang ternama nilai rapor harus stabil dari semester selanjutnya. Dan semester 1 matematikaku mendapatkan nilai 89.

Nah pastinya di semester 2 ini turun nilainya. Yang ketiga aku memiliki target untuk masuk jurusan teknik elektro yang harus ditempuh melalui jurusan IPA.

Tradisi Saat Kelas Dua SMA

Tradisi saat kelas dua biasanya untuk yang baru naik kelas ada sebuah program ODS (Orientasi Disiplin Siswa) yang bertujuan mendisiplinkan siswa. Dengan ala tentara-tentaraan, berpakaian hitam dari atas sampai bawah.

Memakai topi (mirip seperti helm) yang terbuat dari setengah bola plastik dengan tali pengencang yang terbuat dari tali plastik. Kami juga memakai tas yang terbuat dari karunggoni.

Hari pertama, kami harus jalan sepanjang 4 hingga 5 KM.

Setiap jam makan tiba kami hanya diberikan waktu 5 menit untuk menghabiskannya. kalau telat, akan diberi hukuman push up sebanyak 20 kali.

Setiap kami kembali ke sekolah biasanya seluruh tubuh pasti sudah kotor seperti mandi lumpur.

Oh iya, biasanya sebelum kami berangkat ke suatu tempat kami pemanasan terlebih dahulu. Seperti harus push up 50 kali, squat jump 100 kali. Hari kedua dan ketiga rintangannya tidak jauh berbeda dari hari pertama.

Hari keempat, kami harus melaksanakan sebuah permainan yang cukup aneh menurutku. Tapi tujuannya untuk meningkatkan kekompakan antar teman.

Saat hari terakhir tiba, itu adalah hari dimana kami seperti memakai Gillie  Suit di permainan PUBG Karena badan kami dililit oleh dedaunan yang begitu rimbun.

Kemudian di hari terakhir juga merupakan hari teriak-teriakkan Yell-yell masing-masing. Maksudnya kami perang yell-yell bersama siswa MOS, dan OPS (Orientasi Prestasi Siswa).

Sedikit info buat temen-temen nih, kalau OPS itu program khusus anak kelas tiga.

Di hari itu pula merupakan penentuan bagi siswa kelas dua pembagian antara jurusan IPA dan IPS.

IPA Atau IPS

Dag dig dug pengumuman penentuan jurusan hampir tiba. Rasanya jantungku berdebar lebih kencang dari biasanya dan terus berdoa semoga masuk jurusan IPA.

Bukan bermaksud jurusan IPS tidak bagus, tapi targetku setelah lulus SMA saat itu ialah masuk jurusan teknik elektro. Jurusan yang dasarnya pelajaran fisika.

Pengumuman pada waktu itu diumumkan setelah selesainya kegiatan ODS (Orientasi Disiplin Siswa). Setelah kuperhatikan saat itu ternyata tidak hanya diriku saja yang harap-harap cemas. Banyak juga yang berharap pada jurusan yang mereka mau.

Jeng jeng dan akhirnya kertas hasil penentuan pun tiba, para siswa langsung berdesakan untuk melihatnya.

Lalu aku lebih memilih melihat disaat sudah mulai sepi, karena kondisinya saat itu sudah seperti antrian ambil sembako gratis. Disaat mulai sepi aku bergegas melihatnya, dan Alhamdulillah akhirnya aku diterima di jurusan IPA.

Kelas Baru Teman Baru

Saat hari pertama masuk, setengah dari isi kelasku merupakan teman-temanku saat kelas 1. Ada kabarnya kelasku yang sekarang merupakan gabungan dari semua kelas (X.3 sampai X.8) yang mendapatkan peringkat 1 sampai 3 di kelas masing-masing.

Ditambah dua orang yang tergeser dari kelas unggulan. Aku jadi bertambah semangat karena merasa tantangan semakin berat. Tapi walaupun sudah digabungkan dari siswa-siswa berprestasi, kelas kami masih kalah jauh dibandingkan kelas unggulan. Sudah seperti langit dan bumi perbandingannya.

Pertandingan Antar kelas

Seperti biasa setiap semester satu ada pertandingan bola antar kelas, yang diadakan setelah jam pelajaran. Bersama kelas baru, tentunya bertanding dengan anggota yang baru juga.

Oh iya temen-temen, saat kelas satu kelasku memiliki 2 penjaga gawang terhandal di SMA-ku, yang nantinya mereka bertemu saat final pertandingan antar kelas. Sayang kami hanya sampai peringkat ke-3.

Karena waktu itu salah satu pemain bertahan di kelas kami lebih memilih untuk masuk ke kelas lesnya, dan dia merupakan salah satu pemain bertahan yang tangguh.

Walaupun pertahanan kami rapuh, entah apa yang terjadi penjaga gawang kami seperti kerasukan sesuatu. dia bermain lebih baik dari biasanya. Lawan pun bisa ditahan hingga babak pinalti. Sayangnya kami kalah pada babak pinalti.

Kejadian Yang Tak Terduga

Oh iya, pernah ada suatu kejadian yang membuatku kecewa pada seseorang.

Karena apa?

Karena dia mengganti nama dalam kertas ujian harianku di dua mata pelajaran, yaitu pelajaran matematika dan fisika.

Awalnya aku tidak mengerti mengapa dia sering meminta maaf. Lalu saat pembagian hasil ujian fisika, guruku mengatakan bahwa hasil ujian harianku tidak ada. Akhirnya aku mengerjakan ulang ujiannya.

Tapi saat itu masih belum ketahuan nih, pelaku dari orang yang mencuri hasil ujianku. Nah saat ujian matematika, guruku juga mengatakan hal yang sama. dari situ mulai ada kecurigaan di dalam benakku.

Jadi saat ujian matematika dibagikan aku bergegas melihatnya satu-satu. Dan akhirnya kutemukan tulisanku di salah satu kertas ujian, tapi namanya bukan namaku.

Walaupun bukan namaku, disitu ketahuan banget nih kalau itu memang punyaku. Soalnya di bagian namanya terdapat timpahan dari tipe-x.

Walaupun begitu aku mencoba untuk bersabar, awalnya aku berniat setelah mengetahuinya langsung kuberitahu guruku.

Tapi salah satu temanku berkata jangan, lebih baik kamu memaafkannya saja dan menasehatinya supaya tidak mengulanginya lagi. Karena konsekuensinya bisa-bisa dia dikeluarkan dari sekolah.

Hasil Ujian

Nah ada yang membuatku kaget nih temen-temen. Hasil dari ujian tengah semesterku lebih bagus dari semester-semester sebelumnya.

Waktu semester 1 aku hanya bisa sampai peringkat 10 saja. Tapi di semester 2 ini, nilai ujian tengah semesterku bisa sampai peringkat 4.

Sampai-sampai orang yang kuanggap sebagai rival kalah jauh sama nilaiku, dia hanya sampai di peringkat ke 7.

Mungkin aku bisa mencapai peringkat segitu karena teman sebangku nih temen-temen. Soalnya nilai ujian tengah semesternya peringkat  1.

Tapi aku hanya bisa senang melihat kemenanganku  saat ujian tengah semester saja nih temen-temen. Soalnya saat pembagian rapor hanya bisa sampai peringkat 11. Sedangkan rivalku dan teman sebangku peringkat ke 3 dan 1.

Oh ya temen-temen, biasanya kalian ngapain kalau class meeting? Ikut lomba? Berharap tidak ada remedial? Atau menunggu hasil ujian sambil nonton film dengan proyektor?

Kalau aku sih ketiganya, terkecuali mengikuti lomba.

Soalnya aku paling tidak suka ikut event-event, kalaupun aku ikut itu karena dipilih oleh teman-temanku. Nah sampai sini saja ya temen-temen, itulah sepenggal cerita saat aku berada di kelas 2 SMA, terima kasih telah membacanya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.